NPM : 18511299
KELAS : 3 PA 11
A. Pengertian
1. Definisi manajemen
Manajemen adalah suatu proses
dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan
sumber daya organisasi lainnya. Bahkan program studi manajemen diberbagai
universitas di Indonesia termasuk salah satu program studi pilihan dan selalu
banyak peminat setiap tahunnya. Banyak para ahli yang mencoba mendefinisikan
atau memberi batasan pada kata "manajemen". Itu dibuktikan dengan
banyaknya buku-buku yang membahas tentang pengertian manajemen, definisi
manajemen, pengantar manajemen, manajemen dasar, dan masih banyak lagi
judul-judul buku dari para ahli yang membahas tentang manajemen.
2. Definisi kepemimpinan
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh
pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan
organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah
"melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada
seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang
ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimipin yang efektif
mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma,
pandangan ke depan, daya persuasi, dan intensitas. Dan memang,
apabila kita berpikir tentang pemimpin yang heroik seperti Napoleon,
Washington, Lincoln, Churcill, Sukarno, Jenderal Sudirman, dan sebagainya kita
harus mengakui bahwa sifat-sifat seperti itu melekat pada diri mereka dan telah
mereka manfaatkan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.
3. Teori kepemimpinan contigency fiedler
? (matching leadres and tasks)
Fiddler mendefinisikan efektivitas pemimpin dalam hal performa grup
dalam mencapai tujuannya. Fiddler membagi tipe pemimpin menjadi 2: yang
berorientasi pada tugas dan yang berorientasi pada maintenance. Dari observasi
ini ditemukan fakta bahwa tidak ada korelasi konsisten antara efektifitas grup
dan perilaku kepemimpinan. Pemimpin yang berorientasi pada tugas akan efektif
pada 2 set kondisi.
· Pada set yang pertama, pemimpin
ini sangat memiliki hubungan yang baik dengan anggotanya, tugas yang
didelegasikan pada anggota sangat terstruktur dengan baik, dan memiliki posisi
yang tinggi dengan otoritas yang tinggi juga. Pada keadaan ini, grup sangat
termotivasi melakukan tugasnya dan bersedia melakukan tugas yang diberikan
dengan sebaik-baiknya.
· Pada set yang kedua, pemimpin ini
tidak memiliki hubungan yang baik dengan anggotanya, tugas yang diberikan tidak
jelas, dan memiliki posisi dan otoritas yang rendah. Dalam kondisi semacam ini,
pemimpin mempunyai kemungkinan untuk mengambil alih tanggung jawab dalam
mengambil keputusan, dan mengarahkan anggotanya.
4. Model kepemimpinan normatif menurut Vroom
dan Yetton
Vroom
danYetton (1973) mengembangkan model kepemimpinan normatif dalam 3 kunci utama:
metode taksonomi kepemimpinan, atribut-atribut permasalahan, dan pohon
keputusan (decision tree). 5 tipe kunci metode kepemimpinan yang
teridentifikasi (Vroom & Yetton, 1973):
·Autocratic I: membuat keputusan dengan menggunakan
informasi yang saat ini terdapat pada pemimpin.
· Autocratic II: membuat keputusan dengan
menggunakan informasi yang terdapat pada seluruh anggota kelompok tanpa
terlebih dahulu menginformasikan tujuan dari penyampaian informasi yang mereka
berikan.
· Consultative I: berbagi akan masalah yang ada
dengan individu yang relevan, mengetahui ide-ide dan saran mereka tanpa
melibatkan mereka ke dalam kelompok; lalu membuat keputusan.
· Consultative II: berbagi masalah dengan
kelompok, mendapatkan ide-ide dan saran mereka saat diskusi kelompok
berlangsung, dan kemudian membuat keputusan.
· Group II: berbagi masalah yang ada dengan
kelompok, mengepalai diskusi kelompok, serta menerima dan menerapkan keputusan
apapun yang dibuat oleh kelompok.
5. Path-goal teori dalam kepemimpinan
Menurut teori path-goal, suatu perilaku pemimpin dapat
diterima oleh bawahan pada tingkatan yang ditinjau oleh mereka sebagai sebuah
sumber kepuasan saat itu atau masa mendatang. Perilaku pemimpin akan memberikan
motivasi sepanjang (1) membuat bawahan merasa butuh kepuasan dalam pencapaian
kinerja yang efektif, dan (2) menyediakan ajaran, arahan, dukungan dan
penghargaan yang diperlukan dalam kinerja efektif (Robins, 2002).
Model
kepemimpinan path-goal berusaha meramalkan efektivitas kepemimpinan
dalam berbagai situasi. Menurut model ini, pemimpin menjadi efektif karena
pengaruh motivasi mereka yang positif, kemampuan untuk melaksanakan, dan
kepuasan pengikutnya. Teorinya disebut sebagai path-goal karena
memfokuskan pada bagaimana pimpinan mempengaruhi persepsi pengikutnya pada
tujuan kerja, tujuan pengembangan diri, dan jalan untuk menggapai tujuan.
Model path-goal menganjurkan bahwa
kepemimpinan terdiri dari dua fungsi dasar:
· Fungsi
Pertama; adalah memberi kejelasan alur. Maksudnya, seorang pemimpin harus mampu
membantu bawahannya dalam memahami bagaimana cara kerja yang diperlukan di
dalam menyelesaikan tugasnya.
· Fungsi Kedua;
adalah meningkatkan jumlah hasil (reward) bawahannya dengan memberi
dukungan dan perhatian terhadap kebutuhan pribadi mereka.
B. Perencanaan, penetapan manajemen
1. Jelaskan pengertian dari
perencanaan manajemen
perencanaan didefinisikan sebagai suatu proses menetapkan tujuan dan
memutuskan bagaimana hal tersebut dapat dicapai. Rencana meliputi sumber-sumber
yang dibutuhkan, tugas yang diselesaikan, tindakan yang diambil dan jadwal yang
diikuti.
Para manajer mungkin membuat :
· Rencana untuk stabilitas (plan for
stability),
· Rencana untuk mampu beradaptasi (plan for
adaptibility) atau para manajer mungkin juga
membuat
·Rencana untuk situasi yang berbeda (plan for
contingency). Proses perencanaan, terdiri dari :
·Menentukan tujuan perencanaan
·Menentukan tindakan untuk mencapai tujuan
·Mengembangkn dasar pemikiran kondisi mendatang
·Mengidentifikasi cara untuk mencapai tujuan
·Mengimplementasi rencana tindakan dan mengevaluasi
hasilnya.
2. Langkah-langkah dalam
menyusun perencanaan dalam organisasi
Analisis
dasar pengambilan keputusan bagi pimpinan suatu lembaga/ organisasi mutlak
diperlukan, yaitu proses memilih dan mengembangkan langkah-langkah yang akan
diambil dalam menghadapi tantangan maupun masalah dalam organisasi/ institusi/
lembaga. Perancanaan adalah masuk dalam salah satu konsep yang dikemukakan
olehG.R. Terry yaitu terkenal dengan POAC, planning, organizing, actuating
dan controlling-nya. Perencanaan (Planning) ialah fungsi manajemen yang harus
bisa menjawab rumus 5W+1H. WHAT(apa) yang akan dilakukan, WHY (mengapa) harus
melakukan apa, WHEN (kapan) melakukan apa, WHERE (dimana) melakukan apa, WHO
(siapa) yang melakukan apa, HOW (bagaimana) cara melakukan apa. Pemimpin
lembaga/ oragnisasi/ institusi tersebut harus mengambil prediksi-presdiksi
keputusan yang akan terjadi untuk masa mendatang. Pimpinan tersebut harus
memutuskan sasaran yang akan dicapai, analisa kepegawaian yang akan
mengoperasikannya dimasa yang akan datang, berapa banyak jumlahnya dan
mengaplikasikannya untuk dalam mencapi tujuan yang diinginkan.
3. Manfaat perencanaan dalam
suatu organisasi
·
Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan
lingkungan
·
Membuat tujuan lebih khusus,terperinci dan mudah di pahami
· Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti
· Manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas
Bentuk-bentuk perencanaan :
1.Perencanaan Global (Global Plan)
Berisi tentang penentuan tujuan organisasi dalam jangka panjang dan ini dipandang sebagai misi suatu organisasi.
Analisa penyusunan rencana global (swot) erdiri atas :
a.strength=>kekuatan yang dimiliki oleh organisasi
b.weakness=>memperhatikan kelemahan yang dimiliki oleh organisasi
c.opportunity=>kesempatan terbuka yang dimilki organisasi
d.treath=>tekanan dan hambatan yang dihadapi organisasi.
Bentuk-bentuk perencanaan :
1.Perencanaan Global (Global Plan)
Berisi tentang penentuan tujuan organisasi dalam jangka panjang dan ini dipandang sebagai misi suatu organisasi.
Analisa penyusunan rencana global (swot) erdiri atas :
a.strength=>kekuatan yang dimiliki oleh organisasi
b.weakness=>memperhatikan kelemahan yang dimiliki oleh organisasi
c.opportunity=>kesempatan terbuka yang dimilki organisasi
d.treath=>tekanan dan hambatan yang dihadapi organisasi.
4. Jelaskan jenis
perencanaan dalam organisasi
Perencanaan diperlukan dan terjadi dalam berbagai bentuk organisasi,
sebab perencanaan ini merupakan proses
dasar manajemen di dalam mengambil suatu keputusan dan tinsdakan. Perencanaan
diperlukan dalam setiap jenis kegiatan baik itu kegiatan organisasi, perusahaan
maupun kegiatan dimasyarakat, dan perencanaan ada dalam setiap fungsi-fungsi
manajemen, karena fungsi-fungsi tersebut hanya dapat melaksanakan
keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dalam perencanaan.
Sumber : -
http://belajarpsikologi.com/pengertian-kepemimpinan-menurut-para-ahli/
- http://www.slideshare.net/KenKanaidi/perencanaan-dan-penetapan-tujuan
http://www.isiindonesia.com/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&i