Senin, 23 Desember 2013
Tugas Portofoli A. Mengendalikan Fungsi Manajemen dan B. Kekuasaan dan Pengaruh
A. Mengendalikan Fungsi Manajemen
1. Pengertian Controling (mengendalikan)
Perolehan dan penggunaan informasi untuk membantu mengkoordinasikan proses pembuatan perencanaan dan pembuatan keputusan melalui organisasi dan utnuk memandu perilaku manajemen. Fungsi-Fungsi Manajemen Kegiatan dalam fungsi Pengendalian/Pengawasan (Controlling) :
a. Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan.
b. Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan.
c. Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target.
2. Langkah-langkah dalam mengendalikan fungsi manajemen.
Proses Pengendalian Manajemen :
1. Perencanaan Strategi
2. Penyusunan Anggaran
3. Pelaksanaan Anggaran
4. Evaluasi Kinerja
Pengendalian Tugas proses untuk memastikan bahwa tugas yang spesifik dilaksanakan secara efektif dan efisien.
Langkah – langkah penting pada proses pengendalian dapat digolongkan 8 elemen, yaitu :
mengidentifikasikan tujuan dan strategi
Penyusunan program
Penyusunan anggaran
Kegiatan dan pengumpulan realisasi prestasi pengukuran prestasi analisis dan pelaporan tindakan koreksi.
3. Tipe-tipe kontrol dalam manajemen
Tipe – Tipe Control
(Awal) Preliminary, Kadang-kadang disebut kendali feedforward, Hal ini harus dipenuhi sebelum suatu perkerjaan dimulai. Kendali ini menyakinkan bahwa arah yang tepat telah disusun dengan sumber-sumber yang tepat tersedia untuk memenuhinya
(Saat ini) Concurrent, Berfokus pada apa yang sedang terjadi selama proses. Kadang-kadang disebut Kendali steering, kendali ini memantau operasi dan aktivitas yang sedang berjalan untuk menjamin sesuatunya telah sedang dikerjakan dengan tepat.
(Akhir) Post-action, Kadang-kadang disebut kendali feedback , Kendali ini mengambil tempat setelah suatu tindakan dilengkapi. Kendali akhir berfokus pada hasil akhir, kebalikan dari input dan aktivitas.
4. Jelaskan proses kontrol manajemen.
Proses pengendalian manajemen adalah kegiatan yang digunakan oleh seluruh manajemen untuk menjamin bahwa anggota organisasi bawahan yang disupervisi akan mengimplementasikan strategi yang ditetapkan.
Proses manajemen adalah daur beberapa gugusan kegiatan dasar yang berhubungan secara integral, yang dilaksanakan di dalam manajemen secara umum, yaitu proses perencanaan, proses pengorganisasian, proses pelaksanaan dan proses pengendalian, dalam rangka mencapai sesuatu tujuan secara ekonomis. Sesungguhnya keempat proses itu merupakan hasil ikhtisar dari pelbagai pendapat praktisi dan ahli mengenai manajemen.
B. Kekuasaan dan Pengaruh
1. Pengertian Kekuasaan
Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh[1] [2] atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku (Miriam Budiardjo,2002) atau Kekuasaan merupakan kemampuan memengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhi (Ramlan Surbakti,1992).
Pengertian kekuasaan secara umum adalah ‘’kemampuan pelaku untuk mempengaruhi tingkah laku pelaku lain sedemikian rupa, sehingga tingkah laku pelaku terakhir menjadi sesuai dengan keinginan dari pelaku yang mempunyai kekuasaan’’ (Harold D. Laswell, 1984:9). Sejalan dengan itu, dinyatakan Robert A. Dahl (1978:29) bahwa ‘’kekuasaan merujuk pada adanya kemampuan untuk mempengaruhi dari seseorang kepada orang lain, atau dari satu pihak kepada pihak lain’’.Contohnya Presiden, ia membuat UU (subyek dari kekuasaan) tetapi juga harus tunduk pada UU (objek dari kekuasaan)
Konsepsi mengenai sumber kekuasaan yang telah diterima secara luas adalah dikotomi antara “position power” (kekuasaan karena kedudukan) dan “personal power” (kekuasaan pribadi). Menurut konsep tersebut, kekuasaan sebagian diperoleh dari peluang yang melekat pada posisi seseorang dalam organisasi dan sebagian lagi disebabkan oleh atribut-atribut pemimpin tersebut serta dari hubungan pemimpin – pengikut.
Termasuk dalam position power adalah kewenangan formal, kontrol terhadap sumber daya dan imbalan, kontrol terhadap hukuman, kontrol terhadap informasi, kontrol ekologis. Sedangkan personal power berasal dari keahlian dalam tugas, persahabatan, kesetiaan, kemampuan persuasif dan karismatik dari seorang pemimpin (Gary Yukl,1996:167-175). Dengan bahasa yang sedikit berbeda, Kartini Kartono (1994:140) mengungkapkan bahwa sumber kekuasaan seorang pemimpin dapat berasal dari.
Kemampuannya untuk mempengaruhi orang lain;
Sifat dan sikapnya yang unggul, sehingga mempunyai kewibawaan terhadap pengikutnya;
Memiliki informasi, pengetahuan, dan pengalaman yang luas;
Memiliki kemahiran human relation yang baik, kepandaian bergaul dan berkomunikasi.
Kekuasaan merupakan kondisi dinamis yang dapat berubah sesuai perubahan kondisi dan tindakan-tindakan individu atau kelompok. Ada dua teori yang dapat menjelaskan bagaimana kekuasaan diperoleh, dipertahankan atau hilang dalam organisasi. Teori tersebut adalah
* Social Exchange Theory, menjelaskan bagaimana kekuasaan diperoleh dan hilang selagi proses mempengaruhi yang timbal balik terjadi selama beberapa waktu antara pemimpin dan pengikut. Fokus dari teori ini mengenai expert power dan kewenangan.
* Strategic Contingencies Theory, menjelaskan bahwa kekuasaan dari suatu subunit organisasi tergantung pada faktor keahlian dalam menangani masalah penting, sentralisasi unit kerja dalam arus kerja, dan tingkat keahlian dari subunit tersebut.
2. Jelaskan Sumber-sumber Kekuasaan.
1. Sumber kekuasaan antar individu (interpersonal sources of power).
· Kekuasaan Formal (Formal Power) adalah kekuasaan yang didasarkan pada posisi individual dalam suatu organisasi.
· Kekuasaan Personal (Personal Power) adalah kekuasaan yang berasal dari karakteristik unik yang dimiliki seorang individu.
2. Sumber kekuasaan struktural (structural sources of power). Kekuasaan ini juga dikenal dengan istilah inter-group atau inter-departmental power yang merupa-kan sumber kekuasaan kelompok.
3. Jelaskan Unsur-unsur Kekuasaan
1. Wewenang
mengenai peranan atas posisi yang resmi atau adanya hak, ada kejelasan dan ada surat yang pasti.wewenang dapat bersifat formal maupun informal. Wewenang yang bersifat informal biasanya untuk mendapatkan kerjasama yang baik dengan bawahannya. Contoh : hubungan pembantu rumah tangga dengan majikannya pembantu rumah tangga melaksanakan perintah-perintah yang diperintahkan majikannya serta memberikan tenaganya untuk membantu pekerjaan rumah tangga majikannya dan di pihak majikannya yang mempunyai wewenang untuk memerintah agar pekerjaan rumah tangganya dapat berjalan dengan baik sehingga dapat mencapai tujuan tertentu
2. Paksaan
Adanya ancaman yang tidak di inginkan kekuasaan yang bersifat ilegal atau tidak resmi Contoh : seorang preman yang sering menganggu dan memalak seseorang dengan cara Paksa.
3. Manipulatif
Merupakan kekuasaan yang bersifat licik yang dapat menipu atau mempengaruhi orang lain agar seseorang dapat tertarik padanya. sebuah titik dimana kita berusaha “melebihkan” atau “mengurangkan” sesuatu, sehingga tidak tampak seperti keadaan nyatanya. Contoh :seperti melukis terkadang mereka menambahkan sedikit warna di sini dan sana untuk menunjukan bahwa sebenarnya yang terlihat itu “lebih indah”, atau mungkin, “tidak begitu hebat”, untuk menunjukan bahwa mereka tidak sombong, rajin menjahit dan gembar menabung.
4.Kerjasama
Kerjasama adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara individu atau kelompok untuk Mencapai suatu tujuan. Contoh : dalam kelompok adanya kerjasama dalam memperoleh
Tujuan
5.Upah dan prestasi kerja
prestasi kerja dari setiap karyawan perlu dinilai. Oleh karena itu Penilaian prestasi kerja adalah proses melalui mana organisasi-organisasi mengevaluasi atau menilai prestasi kerja contoh : seorang yang bekerja dan mengerjakan apa yang diperintahkan bosnya karena berharap mendapatkan upah yang diberikan.atasannya
4. Jelaskan bentuk-bentuk kekuasaan. Menurut French dan Roven
1. Coersive Power (Kekuasaan Paksaan)
Merupakan bentuk kekuasaan yang sifatnya memaksakan kehendak terhadap orang lain, sehingga orang tersebut melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak diinginkannya. Kekuasaan paksaan ini juga bersifat diktaktor, juga dapat mengakibatkan kerugian fisik meskipun tujuan utamanya adalah untuk kepatuhan.
2. Insentif Power (Kekuasaan Imbalan)
Kekuasaan Imbalan merupakan model kekuasaan dimana meminta orang lain melakukan apa yang kita kehendaki dengan adanya imbalan sebagai jasa yang telah dilakukan orang tersebut.
3. Legitimate Power (Kekuasaan Sah)
Merupakan model kekuasaan yang terjadi akibat seseorang mempunyai suatu posisi atau kedudukan (biasanya kedudukan tinggi), yang karenanya membuat orang lain merubah perilakunya atau mengikuti perintahnya tersebut.
4. Expert Power (Kekuasaan Pakar)
Proses terjadinya mempengaruhi perilaku dengan kekuasaan pakar ini, karena seseorang atau organisasi mempercayai kemampuan yang dimiliki individu terhadap suatu hal. Proses mempengaruhinya biasanya didasarkan pada keterampilan atau kemampuan khusus yang dimiliki.
5. Refferent Power (Kekuasaan Rujukan)
Kekuasaan rujukan terjadi ketika individu tertarik pada ciri pribadi yang dimiliki orang lain, yang lalu karenanya individu tersebut menjadi kagum bahkan bisa menjadikan individu tersebut berusaha untuk sama/mirip dengan ciri orang yang dikaguminya.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.google.com/#q=Prinsip+Actuating&start=10
sistem-pengendalian-manajemen/definisi-sistem-pengendalian-manajemen
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=30&cad=rja&ved=0CHYQFjAJOBQ&url=http%3A%2F%2Ffile.upi.edu%2FDirektori%2FFPEB%2FPRODI.AKUNTANSI%2F195407061987031-KARLI_SOEDIJATNO%2FAkmen%2FChapter_9%2FSISTEM_PENGENDALIAN_MANAJEMEN_YANG_DAH_DIEDIT.pdf&ei=p3hmUsqvC4iQrQf87IBg&usg=AFQjCNGXbNNrlz0cy1sYux9JSciK8oZ7IA&bvm=bv.55123115,d.bmk
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=5&cad=rja&ved=0CEwQFjAE&url=http%3A%2F%2Fblog.stikom.edu%2Ftonys%2Ffiles%2F2012%2F12%2F11-GM-contolling.ppt&ei=jHtmUorROculrQfzx4GIDA&usg=AFQjCNFLTUDP1PG9cVtXAINhZBte4Xl7Bg&bvm=bv.55123115,d.bmk
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=3&cad=rja&ved=0CDoQFjAC&url=http%3A%2F%2Felisa1.ugm.ac.id%2Ffiles%2FSugiarto%2FmqgzfSJT%2FSPM1-3.ppt&ei=6nxmUorFFYyRrAfR0ICICQ&usg=AFQjCNHkcS4b_FazDzPHw2uDgemC7YKLLw&bvm=bv.55123115,d.bmk
http://id.wikipedia.org/wiki/Proses_Manajemen
http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._SEJARAH/195903051989011-SYARIF_MOEIS/BAHAN_KULIAH__3.pdf
http://sistempemerintahan-indonesia.blogspot.com/2013/09/pengertian-negara-unsur-fungsi-tujuan.html
Sabtu, 12 Oktober 2013
PSIKOLOGI MANAJEMEN
NAMA : ANJAS KUSUMA
NPM : 18511299
KELAS : 3 PA 11
NPM : 18511299
KELAS : 3 PA 11
A. Pengertian
1. Definisi manajemen
Manajemen adalah suatu proses
dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan
sumber daya organisasi lainnya. Bahkan program studi manajemen diberbagai
universitas di Indonesia termasuk salah satu program studi pilihan dan selalu
banyak peminat setiap tahunnya. Banyak para ahli yang mencoba mendefinisikan
atau memberi batasan pada kata "manajemen". Itu dibuktikan dengan
banyaknya buku-buku yang membahas tentang pengertian manajemen, definisi
manajemen, pengantar manajemen, manajemen dasar, dan masih banyak lagi
judul-judul buku dari para ahli yang membahas tentang manajemen.
2. Definisi kepemimpinan
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh
pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan
organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah
"melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada
seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang
ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimipin yang efektif
mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma,
pandangan ke depan, daya persuasi, dan intensitas. Dan memang,
apabila kita berpikir tentang pemimpin yang heroik seperti Napoleon,
Washington, Lincoln, Churcill, Sukarno, Jenderal Sudirman, dan sebagainya kita
harus mengakui bahwa sifat-sifat seperti itu melekat pada diri mereka dan telah
mereka manfaatkan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.
3. Teori kepemimpinan contigency fiedler
? (matching leadres and tasks)
Fiddler mendefinisikan efektivitas pemimpin dalam hal performa grup
dalam mencapai tujuannya. Fiddler membagi tipe pemimpin menjadi 2: yang
berorientasi pada tugas dan yang berorientasi pada maintenance. Dari observasi
ini ditemukan fakta bahwa tidak ada korelasi konsisten antara efektifitas grup
dan perilaku kepemimpinan. Pemimpin yang berorientasi pada tugas akan efektif
pada 2 set kondisi.
· Pada set yang pertama, pemimpin
ini sangat memiliki hubungan yang baik dengan anggotanya, tugas yang
didelegasikan pada anggota sangat terstruktur dengan baik, dan memiliki posisi
yang tinggi dengan otoritas yang tinggi juga. Pada keadaan ini, grup sangat
termotivasi melakukan tugasnya dan bersedia melakukan tugas yang diberikan
dengan sebaik-baiknya.
· Pada set yang kedua, pemimpin ini
tidak memiliki hubungan yang baik dengan anggotanya, tugas yang diberikan tidak
jelas, dan memiliki posisi dan otoritas yang rendah. Dalam kondisi semacam ini,
pemimpin mempunyai kemungkinan untuk mengambil alih tanggung jawab dalam
mengambil keputusan, dan mengarahkan anggotanya.
4. Model kepemimpinan normatif menurut Vroom
dan Yetton
Vroom
danYetton (1973) mengembangkan model kepemimpinan normatif dalam 3 kunci utama:
metode taksonomi kepemimpinan, atribut-atribut permasalahan, dan pohon
keputusan (decision tree). 5 tipe kunci metode kepemimpinan yang
teridentifikasi (Vroom & Yetton, 1973):
·Autocratic I: membuat keputusan dengan menggunakan
informasi yang saat ini terdapat pada pemimpin.
· Autocratic II: membuat keputusan dengan
menggunakan informasi yang terdapat pada seluruh anggota kelompok tanpa
terlebih dahulu menginformasikan tujuan dari penyampaian informasi yang mereka
berikan.
· Consultative I: berbagi akan masalah yang ada
dengan individu yang relevan, mengetahui ide-ide dan saran mereka tanpa
melibatkan mereka ke dalam kelompok; lalu membuat keputusan.
· Consultative II: berbagi masalah dengan
kelompok, mendapatkan ide-ide dan saran mereka saat diskusi kelompok
berlangsung, dan kemudian membuat keputusan.
· Group II: berbagi masalah yang ada dengan
kelompok, mengepalai diskusi kelompok, serta menerima dan menerapkan keputusan
apapun yang dibuat oleh kelompok.
5. Path-goal teori dalam kepemimpinan
Menurut teori path-goal, suatu perilaku pemimpin dapat
diterima oleh bawahan pada tingkatan yang ditinjau oleh mereka sebagai sebuah
sumber kepuasan saat itu atau masa mendatang. Perilaku pemimpin akan memberikan
motivasi sepanjang (1) membuat bawahan merasa butuh kepuasan dalam pencapaian
kinerja yang efektif, dan (2) menyediakan ajaran, arahan, dukungan dan
penghargaan yang diperlukan dalam kinerja efektif (Robins, 2002).
Model
kepemimpinan path-goal berusaha meramalkan efektivitas kepemimpinan
dalam berbagai situasi. Menurut model ini, pemimpin menjadi efektif karena
pengaruh motivasi mereka yang positif, kemampuan untuk melaksanakan, dan
kepuasan pengikutnya. Teorinya disebut sebagai path-goal karena
memfokuskan pada bagaimana pimpinan mempengaruhi persepsi pengikutnya pada
tujuan kerja, tujuan pengembangan diri, dan jalan untuk menggapai tujuan.
Model path-goal menganjurkan bahwa
kepemimpinan terdiri dari dua fungsi dasar:
· Fungsi
Pertama; adalah memberi kejelasan alur. Maksudnya, seorang pemimpin harus mampu
membantu bawahannya dalam memahami bagaimana cara kerja yang diperlukan di
dalam menyelesaikan tugasnya.
· Fungsi Kedua;
adalah meningkatkan jumlah hasil (reward) bawahannya dengan memberi
dukungan dan perhatian terhadap kebutuhan pribadi mereka.
B. Perencanaan, penetapan manajemen
1. Jelaskan pengertian dari
perencanaan manajemen
perencanaan didefinisikan sebagai suatu proses menetapkan tujuan dan
memutuskan bagaimana hal tersebut dapat dicapai. Rencana meliputi sumber-sumber
yang dibutuhkan, tugas yang diselesaikan, tindakan yang diambil dan jadwal yang
diikuti.
Para manajer mungkin membuat :
· Rencana untuk stabilitas (plan for
stability),
· Rencana untuk mampu beradaptasi (plan for
adaptibility) atau para manajer mungkin juga
membuat
·Rencana untuk situasi yang berbeda (plan for
contingency). Proses perencanaan, terdiri dari :
·Menentukan tujuan perencanaan
·Menentukan tindakan untuk mencapai tujuan
·Mengembangkn dasar pemikiran kondisi mendatang
·Mengidentifikasi cara untuk mencapai tujuan
·Mengimplementasi rencana tindakan dan mengevaluasi
hasilnya.
2. Langkah-langkah dalam
menyusun perencanaan dalam organisasi
Analisis
dasar pengambilan keputusan bagi pimpinan suatu lembaga/ organisasi mutlak
diperlukan, yaitu proses memilih dan mengembangkan langkah-langkah yang akan
diambil dalam menghadapi tantangan maupun masalah dalam organisasi/ institusi/
lembaga. Perancanaan adalah masuk dalam salah satu konsep yang dikemukakan
olehG.R. Terry yaitu terkenal dengan POAC, planning, organizing, actuating
dan controlling-nya. Perencanaan (Planning) ialah fungsi manajemen yang harus
bisa menjawab rumus 5W+1H. WHAT(apa) yang akan dilakukan, WHY (mengapa) harus
melakukan apa, WHEN (kapan) melakukan apa, WHERE (dimana) melakukan apa, WHO
(siapa) yang melakukan apa, HOW (bagaimana) cara melakukan apa. Pemimpin
lembaga/ oragnisasi/ institusi tersebut harus mengambil prediksi-presdiksi
keputusan yang akan terjadi untuk masa mendatang. Pimpinan tersebut harus
memutuskan sasaran yang akan dicapai, analisa kepegawaian yang akan
mengoperasikannya dimasa yang akan datang, berapa banyak jumlahnya dan
mengaplikasikannya untuk dalam mencapi tujuan yang diinginkan.
3. Manfaat perencanaan dalam
suatu organisasi
·
Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan
lingkungan
·
Membuat tujuan lebih khusus,terperinci dan mudah di pahami
· Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti
· Manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas
Bentuk-bentuk perencanaan :
1.Perencanaan Global (Global Plan)
Berisi tentang penentuan tujuan organisasi dalam jangka panjang dan ini dipandang sebagai misi suatu organisasi.
Analisa penyusunan rencana global (swot) erdiri atas :
a.strength=>kekuatan yang dimiliki oleh organisasi
b.weakness=>memperhatikan kelemahan yang dimiliki oleh organisasi
c.opportunity=>kesempatan terbuka yang dimilki organisasi
d.treath=>tekanan dan hambatan yang dihadapi organisasi.
Bentuk-bentuk perencanaan :
1.Perencanaan Global (Global Plan)
Berisi tentang penentuan tujuan organisasi dalam jangka panjang dan ini dipandang sebagai misi suatu organisasi.
Analisa penyusunan rencana global (swot) erdiri atas :
a.strength=>kekuatan yang dimiliki oleh organisasi
b.weakness=>memperhatikan kelemahan yang dimiliki oleh organisasi
c.opportunity=>kesempatan terbuka yang dimilki organisasi
d.treath=>tekanan dan hambatan yang dihadapi organisasi.
4. Jelaskan jenis
perencanaan dalam organisasi
Perencanaan diperlukan dan terjadi dalam berbagai bentuk organisasi,
sebab perencanaan ini merupakan proses
dasar manajemen di dalam mengambil suatu keputusan dan tinsdakan. Perencanaan
diperlukan dalam setiap jenis kegiatan baik itu kegiatan organisasi, perusahaan
maupun kegiatan dimasyarakat, dan perencanaan ada dalam setiap fungsi-fungsi
manajemen, karena fungsi-fungsi tersebut hanya dapat melaksanakan
keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dalam perencanaan.
Sumber : -
http://belajarpsikologi.com/pengertian-kepemimpinan-menurut-para-ahli/
- http://www.slideshare.net/KenKanaidi/perencanaan-dan-penetapan-tujuan
http://www.isiindonesia.com/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&i
Selasa, 23 Juli 2013
Jumat, 03 Mei 2013
PENYESUAIAN DIRI DAN STRESS
A. Penyesuaian
Diri
·
Pengertian Penyesuaian Diri
Penyesuaian diri adalah usaha manusia
untuk mencapai harmoni pada diri sendiri dan pada lingkungannya. Sehingga rasa
permusuhan, dengki, iri hati, pransangka, depresi, kemarahan, dan lain-lain
emosi negatif sebagai respon pribadi yang tidak sesuai dan kurang efisien bisa
dikikis habis (Kartini Kartono, 2002:56).
·
Konsep Penyesuaian Diri
Penyesuaian
dapat diartikan atau dideskripsikan sebagai adaptasi dapat mempertahankan
eksistensinya atau bisa survive dan memperoleh kesejahteraan jasmaniah dan
rohaniah, dan dapat mengadakan relasi yang memuaskan dengan tuntutan sosial.
Penyesuaian dapat juga diartikan sebagai konformitas, yang berarti menyesuaikan
sesuatu dengan standar atau prinsip. Penyesuaian sebagai penguasaan, yaitu
memiliki kemampuan untuk membuat rencana dan mengorganisasi respons-respons
sedemikian rupa, sehingga bisa mengatasi segala macam konflik, kesulitan, dan
frustrasi-frustrasi secara efisien.
Individu
memiliki kemampuan menghadapi realitas hidup dengan cara yang memenuhi syarat.
Penyesuaian sebagai penguasaan dan kematangan emosional. Kematangan emosional
maksudnya ialah secara positif memiliki responss emosional yang tepat pada
setiap situasi. Disimpulkan bahwa penyesuaian adalah usaha manusia untuk
mencapai keharmonisan pada diri sendiri dan pada lingkungannya.
·
Pertumbuhan Personal
1. Penekanan
Pertumbuhan Penyesuaian Diri Dan
Pertumbuhan
Penyesuaian
diri merupakan suatu proses dinamika yang hampir selalu membutuhkan perubahan
dan adaptasi, dan dengan demikian semakin tetap dan tidak merubah
respons-respons itu, maka semakin sulit juga menangani tuntutan-tuntutan yang
berubah. Kenyataan ini menjelaskan pengaruh-pengaruh yang menghancurkan
kepribadian seseorang. Orang yang mengalami depresi karena sering kali merasa
sulit menyesuaikan diri dengan pola tingkah laku yang di perlukan.
Penyesuaian diri dalam bahasa aslinya dikenal dengan istilah adjustment atau
personal adjustment. Schneiders berpendapat bahwa penyesuaian diri dapat
ditinjau dari tiga sudut pandang, yaitu: penyesuaian diri sebagai adaptasi
(adaptation), penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas (conformity), dan
penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan (mastery). Pada mulanya penyesuaian
diri diartikan sama dengan adaptasi (adaptation), padahal adaptasi ini pada
umumnya lebih mengarah pada penyesuaian diri dalam arti fisik, fisiologis, atau
biologis. Penyesuaian diri yang dilakukan oleh seseorang akan berdampak juga
pada pertumbuhan personalnya. Jika seseorang dapat menyesuaikan diri dengan
baik di lingkungan sekitarnya apalagi di lingkungan baru, maka pertumbuhan
personalnya juga akan mengalami peningkatan. Selain iu penyesuian diri dapat
juga di pahami sebagai belajar hidup dengan sesuatu yang tidak dapa di ubah.
Orang yang memiliki penyesuian diri yang baik bisa menerima keterbatasan yang
tidak dapat di ubah. Berdasarkan orientasi penyesuaian diri, kesehatan mental
memiliki pengertian kemampuan seseorang untuk dapat menyesuaikan diri sesuai
tuntutan kenyataan di sekitarnya. Tuntutan kenyataan yang dimaksud di sini
lebih banyak merujuk pada tuntutan yang berasal dari masyarakat yang secara
konkret mewujud dalam tuntutan orang-orang yang ada di sekitarnya Penyesuaiaan
diri berhubungan dengan cara-cara yang dipilih individu untuk mengolah
rangsangan, ajakan dan dorongan yang datang dari dalam maupun luar diri.
Penyesuaian diri yang dilakukan oleh pribadi yang sehat mental adalah
penyesuaian diri yang aktif dalam pengertian bahwa individu berperan aktif
dalam pemilihan cara-cara pengolahan rangsang itu. Selain itu Penyesuaian diri
yang dilakukan orang sehat mental tidak menyebabkan bergantinya kepribadian.
Perubahan-perubahan dalam diri individu tidak mengubah secara drastis dirinya.
Pada orang sehat mental stabilitas diri dipertahankan. Dalam menyesuaian diri
dengan lingkungan, individu dapat menerima apa yang ia anggap baik dan menolak
apa yang ia anggap buruk berdasarkan pegangan normatif yang ia miliki. Kita sudah
memahami bahwa penyesuaian diri merupakan dasar bagi penentuan derajat
kesehatan mental seseorang. Orang yang dapat menyesuaikan diri secara aktif dan
realistis sambil tetap mempertahankan stabilitas diri mengindikasikan adanya
kesehatan mental yang tinggi pada dirinya. Sebaliknya mereka yang tidak mampu
menyesuaikan diri secara aktif, tidak realistik dan tidak stabil dirinya
menunjukkan rendahnya kesehatan mental pada dirinya. Dengan kata lain kemampuan
penyesuaian diri merupakan variabel utama dalam kesehatan mental. Dengan
demikian dapat dipahami bahwa peningkatan derajat kesehatan mental setara
dengan peningkatan kemampuan penyesuaian diri yang aktif, realistik disertai
dengan stabilitas diri. Sebenarnnya dalam bahasa inggris , isilah penyesuian diri
memiliki 2 kata yang berbeda maknannya , yaitu adaptasi ( adaptaion ) dan
penyesuian ( adjustment). Kedua istilah tersebut sama-sama mengacu pada
pengertian mengenai penyesuian diri, tetapi memiliki perbedaan makna yang
besar. Adaptasi ( adaptaion ) memiliki pengertian individu melakukan penyesuian
diridengan lingkungan. Pengertian ini lebih menekankan pada perubahan yang
individu lakukan terhadap dirinnya supaya tetap bisa sesuian dengan
lingkungannya . sedangkan penyesuaian ( adjustment) dipahami sebagai mengubah
lingkungan agar menjadi lebih sesuai dengan individu. Pengertian ini lebih
menekankan pada perubahan lingkungan dilakukan oleh individu sebagai tetap
sesuia dengan dirinnya. Jadi penyesiuan diri yang baik itu individu atau
seseorang mampu menggunakan mekanisme penyesuian diri secara luwes dan
tergantung pada siuasinnya. Menur ut konsepnnya penyesuian diri adalah konsep
yang di deskripsikan sebagai adaptasi dan mempertahankan eksistensinya atau
bisa survive dan memperoleh kesejahteraan jasmaniah dan rohaniah, serta dapat
mengadakan relasi yang memuaskan dengan tuntutan sosial. Penyesuaian dapat juga
diartikan sebagai konformitas, sehingga bisa mengatasi segala macam konflik,
kesulitan, dan frustrasi-frustrasi secara efisien.
2. Variasi
dalam Pertumbuhan
Dalam
variasi pertumbuhan memang sangat beragam. Tidak semua individu berhasil dalam
melakukan penyesuaian diri berdasarkan tingkatan usia, pertumbuhan fisik,
maupun sosial nya. Mengapa? karena terkadang terdapat rintangan-rintangan yang
menyebabkan ketidakberhasilan individu dalam melakukan penyesuaian, baik
rintangan itu dari dalam diri atau dari luar diri.
3. Kondisi-Kondisi
Untuk Bertumbuh
Kondisi
jasmani seperti pembawa atau konstitusi
fisik dan tempramen sebagai disposisi yang diwariskan, aspek perkembangannya
secara intrinsik berkaitan erat dengan susunan atau konstitusi tubuh, kondisi
jasmani dan kondisi pertumbuhan fisik memang sangat mempengaruhi bagaimana individu
dapat menyesuaikan diri nya.
Carl
Roger (1961) menyebutkan 3 aspek yang memfasilitasi pertumbuhan personal dalam
suatu hubungan :
a) Keikhlasan
kemampuan untuk menyadari perasaan sendiri, atau menyadari kenyataan.
b) Menghormati
keterpisahan dari orang lain tanpa kecuali, dan
c) Keinginan
yang terus menerus untuk memahami atau berempati terhadap orang lain.
4. Fenomologi
Pertumbuhan
Fenomenologi
memandang manusia hidup dalam “dunia kehidupan” yang dipersepsi dan
diinterpretasi secara subyektif. Setiap, orang mengalami dunia dengan caranya
sendiri. “Alam pengalaman setia orang berbeda dari alam pengalaman orang lain.”
(Brouwer, 1983:14 Fenomenologi banyak mempengaruhi tulisan-tulisan Carl Rogers,
yang boleh disebut sebagai-_Bapak Psikologi Humanistik. Carl Rogers
menggarisbesarkan pandangan Humanisme sebagai berikut (kita pinjam dengan
sedikit perubahan dari Coleman dan Hammen, 1974:33):
B.
Stress
·
Pengertian Stress, Efek-Efek Dari Stress
General Adaption Syndrom Menurut Hans Selye
Dari
sudut pandang ilmu kedokteran, menurut Hans Selye seorang fisiologi dan pakar
stress yang dimaksud dengan stress adalah suatu respon tubuh yang tidak
spesifik terhadap aksi atau tuntutan atasnya.Jadi merupakan repons automatik
tubuh yang bersifat adaptif pada setiap perlakuan yang menimbulkan perubahan
fisis atau emosi yang bertujuan untuk mempertahankan kondisi fisis yang optimal
suatu organisme. Dari sudut pandang psikologis stress didefinisikan sebagai
suatu keadaan internal yang disebabkan oleh kebutuhan psikologis tubuh atau
disebabkan oleh situasi lingkungan atau sosial yang potensial berbahaya,
memberikan tantangan, menimbukan perubaha-perubahan atau memerlukan mekanisme pertahanan
seseorang. Suwondo(1996) mendifinisikan stess sebagai suatu keadaan psikologik
yang merupakan representatif dari transaksi khas dan problematika antara
seseorang dengan lingkungannya.
·
Efek-Efek Dari Stress
Local Adaptation Stres.Tubuh menghasilkan banyak respon
setempat terhadap stres. Respon setempat ini termasuk pembekuan darah dan
penyembuhan luka, akomodasi cahaya, dll. Responnya berjangka pende
Karakteristik dari LAS :
§
Respon yang terjadi hanya setempat
dan tidak melibatkan semua system.
§
Respon bersifat adaptif ; diperlukan
stresor untuk menstimulasinya.
§
Respon bersifat jangka pendek dan tidak
terus menerus.
§
Respon bersifat restorative.
General Adaptation Syndrom Selye (1983) menyatakan munculnya
sindrom adaptasi umum (GAS) melalui beberapa tahap berikut :
·
Tahap peringatan (Alarm Stage)
Tahap reaksi awal tubuh dalam menghadapi berbagai stressor.
Tubuh tidak dapat bertahan pada tahapan ini dalam jangka waktu lama.
·
Tahap Adaptasi atau Eustres
(Adaptation Stage)
Tahap dimana tubuh mulai beradaptasi dengan adanya stres dan
berusaha mengatasi serta membatasi stresor. Ketidakmampuan tubuh beradaptasi
mengakibatkan tubuh menjadi rentan terhadap penyakit.
·
Tahap Kelelahan atau distres
(Exhaution Stage)
Tahap dimana adaptasi tidak dapat dipertahankan karena stres
yang berulang atau berkepanjangan sehingga berdampak pada seluruh tubuh
Efek
lain seperti efek fisiologis dari stres pada tubuh meliputi:
v Nyeri dada
v Insomnia atau tidur masalah
v Nyeri kepala Konstan
v Hipertensi
v Tukak
·
Tipe-Tipe Stress Dalam Psikologi
Ø Tekanan
Tekanan,
Kita dapat mengalami tekanan dari dalam maupun luar diri, atau keduanya. Ambisi
personal bersumber dari dalam, tetapi kadang dikuatkan oleh harapan-harapan
dari pihak di luar diri.
Ø Frustasi
Frustrasi,
adalah suatu harapan yang diinginkan dan kenyataan yang terjadi tidak sesuai
dengan yang diharapkan. Frustrasi terjadi ketika motif atau tujuan kita
mengalami hambatan dalam pencapaiannya.
Ø Konflik
Konflik,
Konflik terjadi ketika kita berada di bawah tekanan untuk berespon simultan
terhadap dua atau lebih kekuatan-kekuatan yang berlawanan. Berasal dari kata
kerja latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik
diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga
kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan
menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Ø Kecemasan
Gelisah,
khawatir, takut, phobia dan perasaan semacamnya itu merupakan suatu tanda atau
sinyal seseorang mengalami suatu kecemasan. Biasanya kecemasan di timbulkan
karena adanya rasa kurang nyaman, rasa tidak aman atau merasa terancam pada
dirinya. Contohnya cemas ketika akan melakukan presentasi tugas kelompok
dikelas.
·
Symptom reducing responses terhadap
stress, mekanisme pertahanan diri dan strategi coping untuk mengatasi stress
“minor”
1. Menghilangkan
stres mekanisme pertahanan, dan penanganan yang berfokus pada masalah
Menurut Lazarus penanganan stres atau
coping terdiri dari dua bentuk, yaitu :
a) Coping
yang berfokus pada masalah (problem-focused coping) adalah istilah Lazarus
untuk strategi kognitif untuk penanganan stres atau coping yang digunakan oleh
individu yang menghadapi masalahnya dan berusaha menyelesaikannya.
b) Coping yang berfokus pada emosi
(problem-focused coping)adalah istilah Lazarus untuk strategi penanganan stres
dimana individu memberikan respon terhadap situasi stres dengan cara emosional,
terutama dengan menggunakan penilaian defensive
.
2. Strategi
penanganan stres dengan mendekat dan menghindar:
a) satrategi
mendekati (approach strategies) meliputi usaha kognitif untuk memahami penyebab
stres dan usaha untuk menghadapi penyebab stres tersebut dengan cara menghadapi
penyebab stres tersebut atau konsekuensi yang ditimbulkannya secara langsung
b).
strategi menghindar (avoidance strategies) meliputi usaha kognitif untuk menyangkal atau
meminimalisasikan penyebab stres dan
usaha yang muncul dalam tingkah laku, untuk
menarik diri atau menghindar dari penyebab stress
3. Berpikir
positif dan self-efficacy
Menurut Bandura
self-efficacy adalah sikap optimis yang memberikan perasaan dapat mengendalikan
lingkungannya sendiri. Menurut model realitas kenyataan dan khayalan diri yang
dikemukan oleh Baumeister, individu dengan penyesuaian diri yang terbaik
seringkali memiliki khayalan tentang diri mereka sendiri yang sedikit di atas
rata-rata. Memiliki pendapat yang terlalu dibesar-besarkan mengenai diri
sendiri atau berpikir terlalu negatif mengenai diri sendiri dapat mengakibatkan
konsekuensi yang negatif. Bagi beberapa orang, melihat segala sesuatu dengan
terlalu cermat dapat mengakibatkan merasa tertekan. Secara keseluruhan, dalam
kebanyakan situasi, orientasi yang berdasar pada kenyataan atau khayalan yang
sedikit di atas rata-rata dapat menjadi yang paling efektif .
4. Sistem
dukungan
Menurut East, Gottlieb,
O’Brien, Seiffge-Krenke, Youniss & Smollar,keterikatan yang dekat dan positif
dengan orang lain – terutama dengan keluarga dan teman – secara konsisten
ditemukan sebagai pertahanan yang baik terhadap stress
·
Pendekatan problem solving terhadap
stress bagaimana meningkatkan toleransi stress.
Salah
satu cara dalam menangani stres yaitu menggunakan metode Biofeedback,
tekhniknya adalah mengetahui bagian-bagian tubuh mana yang terkena stres
kemudian belajar untuk menguasainya. Teknik ini menggunakan serangkaian alat
yang sangat rumit sebagai feedback.
Melakukan
sugesti untuk diri sendiri, juga dapat lebih efektif karena kita tahu bagaimana
keadaan diri kita sendiri. Berikan sugesti-sugesti yang positif, semoga cara
ini akan berhasil ditambah dengan pendekatan secara spiritual (mengarah kepada
Tuhan).Meningkatkan Toleransi Stress dan Pendekatan Berorientasi terhadap Tugas
Meningkatkan
toleransi terhadap stres, dengan cara meningkatkan keterampilan/kemampuan diri
sendiri, baik secara fisik maupun psikis, misalnya, Secara psikis: menyadarkan
diri sendiri bahwa stres memang selalu ada dalam setiap aspek kehidupan dan
dialami oleh setiap orang, walaupun dalam bentuk dan intensitas yang berbeda.
Daftar Pustaka
Sobur., A 2003. Psikologi Umum Pustaka Setia : Bandung
Desmita, 2009. Psikologi Perkembangan Remaja Rosda Karya : Bandung
Kartono.,A 2002. Psikologi
Perkembangan. Rineka Cipta : Jakarta
Yustinus.,E 2006.kesehatan mental kanisius:Jakarta
Langganan:
Komentar (Atom)
